Thursday , 14 December 2017
UPDATE :
You are here: Home >> Publikasi Seminar Nasional >> ISU NEGATIF SAPI BALI (Bos sondaicus) DAN KENYATAANNYA

ISU NEGATIF SAPI BALI (Bos sondaicus) DAN KENYATAANNYA

I M. Mastika dan A.W. Puger
Fakultas Peternakan, Universitas Udayana

Disampaikan pada seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam
Sistem Peternakan Rakyat, Mataram 28 Oktober 2009.

ABSTRAK
Enam penelitian tentang sapi Bali baik pada sapi jantan maupun betina telah dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh perbaikan / peningkatan jumlah penyediaan dan kualitas pakan terhadap penampilan sapi Bali. Penelitian pertama dan kedua bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi konsentrat yang baik terhadap pertumbuhan dan kualitas daging sapi Bali muda. Penelitian ketiga bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan tambahan terhadap sapi Bali betina dara dan keturunannya. Penelitian keempat dan kelima bertujuan untuk mengetahui penampilan sapi Bali dewasa yang diberi suplementasi dari limbah kakao fermentasi. Penelitian keenam bertujuan untuk mempelajari upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian dengan pemeliharaan sapi Bali di dalam lahan pertanian dan pemberian pakan yang berasal dari lahan tersebut. Dari hasil penelitian tersebut diatas ternyata pertambahan berat badan sapi Bali jantan muda dapat ditingkatkan menjadi 776-852 g/hari bila diberikan konsentrat yang baik( 18,34% CP dan 72,50% TDN). Kualitas daging sapi Bali muda yang diberi konsentrat setara dengan kualitas daging sapi impor. Sapi Bali dara betina yang diberi pakan tambahan konsentrat yang baik ( 20,70% CP dan TDN 77,30%) berat anak yang baru lahir untuk jantan 18,75 kg dan betina 13,00 kg dibandingkan dengan yang tanpa diberi suplemen untuk ternak jantan 13,83 kg dan betina 11,17 kg. Produksi susu sapi Bali betina yang diberi pakan konsentrat meningkat menjadi 1,6 liter/hari dibanding dengan 1,1 liter/hari dari sapi yang tidak mendapat konsentrat. Sapi Bali jantan dewasa yang diberi pakan 3 kg konsentrat yang dibuat dari 50% tepung kulit kakao fermentasi dan bahan-bahan lain sehingga mengandung 14-15% PK dan TDN 61% pertambahan berat badannya mencapai 660 g/hari vs 530 g/ekor/hari dari kelompok yang diberi pakan komersial. Dengan mengintegrasikan 2 ekor sapi Bali, pendapatan kotor petani meningkat sebanyak 53,6% dibanding dengan tanpa memelihara sapi. Pertambahan berat badan sapi berkisar antara 549 sampai 550g dengan pemberian rumput sekitar sawah dan suplementasi 1 kg dedak padi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penampilan sapi Bali (pertumbuhan, kualitas daging, produksi anak dan susu) dapat ditingkatkan dengan peningkatan penyediaan dan kualitas pakan. Integrasi dua ekor sapi Bali pada lahan pertanian seluas 0,5ha dapat meningkatkan pendapatan kotor petani.

DOWNLOAD File PDF

About Fahrul Irawan

Scroll To Top