Wednesday , 14 November 2018
UPDATE :
You are here: Home >> Publikasi Seminar Nasional >> Penyediaan Pakan Pada Pemeliharaan Sapi Bali Sistem Potong Angkut (Cut and Carry System) di Kabupaten Lombok Tengah

Penyediaan Pakan Pada Pemeliharaan Sapi Bali Sistem Potong Angkut (Cut and Carry System) di Kabupaten Lombok Tengah

Y. A. Sutaryono, Jeff Corfield and Cam McDonald
Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Jl. Majapahit no. 62 Mataram, NTB 83125.
CSIRO Sustainable Ecosystems, Australia

Disampaikan pada seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam
Sistem Peternakan Rakyat, Mataram, 28 oktober 2009.

Pendahuluan
Pemeliharaan ternak di Kabupaten Lombok Tengah umumnya masih menerapkan sistem pemeliharaan ternak secara tradisional dengan sistem potong angkut (cut and carry system) dan terkadang digembalakan ikat pindah di dekat lahan usaha pertanian. Kondisi wilayah tempat pemeliharaan sapi Bali di Lombok Tengah sebagian besar adalah daerah dengan lahan kering dimana lahan pertanian hanya mendapat air pada musim hujan saja (tadah hujan) dan tidak terdapat irigasi sama sekali. Dengan kondisi pertanian lahan kering seperti ini, ternak memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan dan kesejahteraan petani. Peternak memelihara sapi Bali antara 2 sampai 4 ekor per peternak dan umumnya adalah ternak betina induk dengan anaknya. Pada musim kemarau yang terjadi sekitar bulan Mei sampai Desember ketersediaan hijauan pakan menjadi faktor pembatas. Pada awal musim kemarau masih bisa diperoleh rumput alam dan legum merambat walau dalam jumlah dan kondisi tumbuh yang tidak optimal akibat keterbatasan air. Namun seiring dengan berlanjutnya kemarau dan makin sedikitnya kandungan air tanah, rumput alam dan legum merambat makin menghilang dan sulit didapatkan. Penyediaan pakan hijauanpun berubah dengan memanfaatkan tanaman yang lebih tinggi seperti leguminosa pohon, daun pepohonan dan pakan alternatif lainnya. Bamualim dan Wirdahayati (2003) menyatakan bahwa sebagian besar produksi ternak di Nusa Tenggara hanya didukung oleh rumput-rumput alam dan tanaman lain yang tumbuh liar. Keadaan ini perlu diperbaiki dengan upaya penyediaan pakan produksi tinggi dan berkualitas baik. Melalui program ACIAR 096, telah dilakukan pembinaan penyediaan pakan dan pemberian bibit pakan ternak introduksi kepada peternak sapi Bali. Tulisan ini memenyajikan keadaan penyediaan pakan ternak dan adopsi peternak terhadap pakan ternak introduksi produksi tinggi dengan sistem potong angkut tradisional di Kabupaten Lombok Tengah.

DOWNLOAD File PDF

About Fahrul Irawan

Scroll To Top