Friday , 23 August 2019
UPDATE :
You are here: Home >> Publikasi Seminar Nasional >> PERBAIKAN PAKAN DALAM SISTEM PETERNAKAN SAPI BALI DI KABUPATEN BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN

PERBAIKAN PAKAN DALAM SISTEM PETERNAKAN SAPI BALI DI KABUPATEN BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN

Syamsu Bahar, R. Rachman dan A. Natsir
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan (BPTP Sulsel)
Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Disampaikan pada seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam
Sistem Peternakan Rakyat, Mataram, 28 oktober 2009.

ABSTRAK
Penelitian tentang perbaikan pakan sapi potong dalam sistem peternakan rakyat telah dilaksanakan di Babupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan khusus pada sentra pengembangan sapi Bali di Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru yang bertujuan untuk mengoptimalkan ketersediaan pakan yang sudah ada dan introduksi pakan yang baru. Penelitian dilakukan pada 4 desa binaan yaitu Desa Mattirowalie, Desa Lompo Riaja, Desa Tompo dan Desa Anabanua. Penetapan petani binaan dilakukan melalui seleksi terhadap petani pemilik ternak sapi di masing-masing desa. Hasil seleksi diperoleh 5 orang petani di setiap desa sehingga jumlah keseluruhan ada 20 petani yang diharapkan akan menjadi petani contoh atau petani pelopor bagi petani lainnya untuk melakukan inovasi teknologi perbaikan pakan sapi potong. Kegiatan dititik beratkan pada pemanfaatan secara optimal tanaman hijauan pakan yang sudah ada yaitu pemanfaatan rumput lapangan, rumput gajah, daun leguminosa (Gliricidia sepium) dan sisa tanaman (jerami padi dan jerami kacang tanah). Selanjutnya kegiatan menanam dan memanfaatkan hijauan yang baru terdiri dari rumput-rumputan yaitu Paspalum (Paspalum atratum cv Higane), Mulato (Brachiaria hybrid cv Mulato), Panicum (Panicum maximum TD 58), Setaria (Setaria sphacelata cv Narok), dan leguminosa herba yaitu Clitoria (Clitoria ternatea cv Milgarra), Centro (Centrosema pubescens cv Cardillo), Stylo (Stylosanthes guianensis CIAT 184). Hasil penelitian menunjukkan bahwa awalnya pakan yang diberikan adalah rumput gajah (63,2 %), rumput lapangan (21,5 %), jerami kacang tanah (11,5 %), jerami padi (3,3 %), gamal (0,3 %), jerami jagung (0,2 %) dan sebagian kecil lainnya adalah batang pisang. Setelah dilakukan perbaikan maka pakan yang tersedia sudah mencukupi kebutuhan sapi dan bervariasi jenis-jenisnya yaitu rumput gajah (55.0 %), rumput lapangan (11,7 %), jerami kacang tanah (10,3 %), jerami padi (9,6 %), gamal (5,1 %), rumput paspalum (3,9 %), rumput mulato (2,1 %), rumput setaria (1,4 %), rumput panicum (0,8 %), Clitoria (0,1) dan sebagian kecil lainnya adalah Centrosema, Stylosanthes, batang pisang dan jerami jagung.

Kata kunci : Perbaikan pakan, Sapi potong, Sistem usahatani, Petani Skala-kecil.

DOWNLOAD File PDF

About Fahrul Irawan

Scroll To Top