Saturday , 21 October 2017
UPDATE :
You are here: Home >> Publikasi Jurnal Nasional tidak Terakreditasi >> PERFORMANS ANTIBODI MONOKLONAL DARI ASCITES YANG DIPANEN SAAT HEWAN COBA MASIH HIDUP DAN SESAAT SESUDAH MATI

PERFORMANS ANTIBODI MONOKLONAL DARI ASCITES YANG DIPANEN SAAT HEWAN COBA MASIH HIDUP DAN SESAAT SESUDAH MATI

Sulaiman Ngongu Depamede dan Enny Yulianti

ABSTRAK. Penetitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas ascites dari Balb/c yang dipanen ketika hewan coba masih hidup dan sesaat sesudah mati. Hal ini penting bagi keperluan operasional produksi antibodi monoklonal secara in vivo. Untuk itu digunakan 20 ekor Balb/c yang dibagi sama secara acak ke dalam dua kelompok perlakuan (A dan B). Setiap hewan coba diperlakukan sama, kecuali waktu pemanenan ascites yang berbeda yakni satu kelompok (10 ekor) pada saat hewan masih hidup (Kelompok A), sementara lainnya sesaat sesudah hewan mati (Kelompok B). Untuk menghasilkan ascites, digunakan sel-sel hibridoma K0436 yang menghasilkan antibodi monoklonal terhadap antigen permukaan virus hepatitis B (HBsAg). Sel-sel tersebut diinokulasikan sebanyak 10 juta sel per ekor tikus. Pengamatan dan pemanenan ascites dilakukan 2-3 minggu pasca inokulasi, setiap hari pk. 07.00, 12.00 dan 17.00. Parameter yang diukur adalah volume ascites dan titer antibodi (metode reverse pasive hemagaglutination) yang dihasilkan dari setiap individu hewan pada masing-masing kelompok perlakuan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan perhitungan statistik sederhana (Mean ± SD). Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antar perlakuan, dilakukan uji beda t (Student’s t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ascites yang dihasilkan dari kedua kelompok tidak berbeda secara berrnakna (p > 0,05) baik kualitas (titer antibodi) maupun kuantitas (volume) ascites. Hasil dari kelompok A dan B berturut-turut 17,83±0,29 dan 15,11±2,56 untuk titer antibodi, dan 6,31±4,56 dan 4,67±2,75 ml untuk volume ascites. Mengingat penelitian ini tidak sarnpai pada tingkat pernurrtian antibodi, maka penelitian lebih lanjut terhadap kualitas dan kuantitas antibodi pasca pemurnian masih diperlukan.  Download File PDF

About Fahrul Irawan

Scroll To Top