Saturday , 21 October 2017
UPDATE :
You are here: Home >> Majalah Ilmiah Universitas Mataram >> PROSPEK INTEGRASI SISTEM USAHATANI TERPADU PEMELIHARAAN SAPI PADA LAHAN SAWAH IRIGASI DI PULAU LOMBOK

PROSPEK INTEGRASI SISTEM USAHATANI TERPADU PEMELIHARAAN SAPI PADA LAHAN SAWAH IRIGASI DI PULAU LOMBOK

HASIL SEMBIRING, TANDA PANJAITAN, MASHUR, DWI PRAPTOMO, A. MUZANI, A. SAUKI,
WILDAN, MANSYUR, SASONGKO, dan NURUL A.

ABSTRAK

Pola pengelolaan sapi potong berkelompok merupakan karakteristik dalam pemeliharaan sapi di Pulau Lombok. Pada tahun 2000 terdapat 1096 kelompok ternak di Pulau Lombok namun potensi ini belum diusahakan secara optimal terutama dalam upaya mengintegrasikan ternak dengan lingkungannya untuk meningkatkan pendapatan petani. Pengkajian sistem usahatani terpadu pemeliharaan sapi pada lahan sawah beririgasi sudah dilakukan di Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2000 untuk meningkatkan efisiensi dan sustainabilitas usahatani serta perbaikan kualitas lingkungan. Pengkajian ini dilakukan pada kandang kelompok “Gerak Maju” dengan melibatkan 112 keluarga tani dengan jumlah ternak sapi sebanyak 334 ekor dan lahan sawah seluas 35 ha. Pola tanam yang umumnya diterapkan adalah padi-padi-palawija. Peningkatan efisiensi usahatani dilakukan dengan introduksi teknologi fermentasi jerami sebagai pakan ternak, penggunaan Progesterone Intravaginal Sponges (PIS) untuk penyerentakan birahi dan pembuatan kompos serta pemanfaatannya untuk berbagai jenis tanaman. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jerami fermentasi dapat digunakan sebagai pakan dasar. Pemberian jerami secara ad libitum ditambah rumput lapangan segar sebanyak 5% dari bobot badan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 290 g/hari. Penggunaan jerami sebagai pakan ternak mengurangi aktivitas pembakaran jerami setelah musim panen dan meningkatkan ketersediaan pakan musim kemarau sehingga dapat mengatasi penurunan bobot badan ternak yang selama ini dirasakan merugikan petani. Penggunaan kompos dapat menurunkan biaya produksi karena terjadi penurunan penggunaan pupuk kimia dan penurunan biaya penyiangan disebabkan menurunnya populasi gulma. Penggunaan kompos berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa jenis tanaman sayuran. Pembuatan kompos juga meningkatkan kebersihan kandang sehingga dapat memperbaiki kesehatan ternak dan juga memperbaiki kualitas air sebagai akibat berkurangnya jumlah kotoran yang dibuang dalam selokan. Sebagian kompos telah dipasarkan sehingga aktivitas menambah pendapatan petani. Integrasi sapi pada lahan irigasi juga mendorong peningkatan aktivitas petani di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kelompoknya. Pengkajian ini juga telah dikunjungi oleh beberapa kelompok tani dari beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat dan sebagian telah menindaklanjuti hasil kunjungannya dengan melakukan pembuatan kompos di lokasi masing-masing. Teknologi sistem usahatani terpadu pemeliharan sapi pada lahan sawah beririgasi sangat berpotensi dikembangkan di Pulau Lombok dan daerah lain yang memiliki zona agroekosistem yang sama.

Download PDF

About Fahrul Irawan

Scroll To Top